Home

Sabtu, 04 September 2010

Manusia adalah Manusia


Manusia adalah Manusia
[Richard Losando]*


Manusia jelas bukan binatang.
Akan tetapi, mengapa manusia membutuhkan pendidikan?.

 Manusia dan binatang jika dibandingkan jelas sangat berbeda kelasnya. Namun yang menarik (jika dilihat pada saat manusia dan binatang lahir) binatang lebih unggul dibandingkan manusia. Binatang secara naluri intuitif sudah mampu mengenal kondisi lingkungannya. Bahkan jika dipaksakan, binatang mampu bertahan hidup secara mandiri dengan kapasitas hewaninya. Manusia jelas (pada posisi ini) ketinggalan sangat jauh. Manusia tidak memiliki kemampuan yang setara bahkan mendekati kemampuan naluri intuitif yang bersifat alamiah yang dimiliki oleh binatang. Manusia pada masa "bayi" membutuhkan sosok manusia dewasanya -entah orang tua atau siapapun itu- agar eksistensi hidupnya dapat berlangsung. Jelas, pada posisi ini manusia sangat rendah dibandingkan binatang.
Namun yang membuat manusia lebih superior dibandingkan binatang adanya posisi lanjutan setelah melewati fase "lemah" ini. Namun yang menarik agar manusia dapat "naik pangkat" dari binatang, manusia membutuhkan pendidikan. Tanpa pendidikan manusia tidak dapat menyamai kemampuan minimal binatang yang bersifat instingtif naluriah. Melalui pendidikan manusia -meski pendidikan yang paling rendah sekalipun, misalnya pendidikan dari keluarga primer dalam hal mengajarkan berbicara, berjalan, dan berlari-  dapat memanusiakan dirinya sehingga dia lebih berharga dibandingkan penghuni eksistensi kehidupan lainnya. 
Jadi, pendidikan adalah pen-DIDI(k)-an. Bagi manusia, pendidikan berfungsi untuk membuat Didi menjadi manusia yang seutuhnya, bukan manusia-manusiaan.

*Penulis Adalah Mahasiswa Filsafat Universitas Indonesia Angkatan 2007

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan pesan dan sertakan nama diri, link balik

-Humas Media KOMAFIL FIB UI-