Manusia adalah Manusia
[Richard Losando]*
Akan tetapi, mengapa manusia membutuhkan pendidikan?.
Manusia dan binatang jika dibandingkan
jelas sangat berbeda kelasnya. Namun yang menarik (jika dilihat pada saat
manusia dan binatang
lahir) binatang lebih
unggul dibandingkan manusia. Binatang
secara naluri intuitif sudah mampu mengenal kondisi lingkungannya. Bahkan jika
dipaksakan, binatang
mampu bertahan hidup secara mandiri dengan kapasitas hewaninya. Manusia jelas
(pada posisi ini) ketinggalan sangat jauh. Manusia tidak memiliki kemampuan
yang setara bahkan mendekati kemampuan naluri intuitif yang bersifat alamiah
yang dimiliki oleh binatang.
Manusia pada masa "bayi" membutuhkan sosok manusia dewasanya -entah
orang tua atau siapapun itu- agar eksistensi hidupnya dapat berlangsung. Jelas,
pada posisi ini manusia sangat rendah dibandingkan binatang.
Namun yang membuat manusia
lebih superior dibandingkan binatang
adanya posisi lanjutan setelah melewati fase "lemah" ini. Namun yang
menarik agar manusia dapat "naik pangkat" dari binatang, manusia membutuhkan
pendidikan. Tanpa pendidikan manusia tidak dapat menyamai kemampuan minimal binatang yang bersifat
instingtif naluriah. Melalui pendidikan manusia -meski pendidikan yang paling
rendah sekalipun, misalnya pendidikan dari keluarga primer dalam hal
mengajarkan berbicara, berjalan, dan berlari- dapat memanusiakan dirinya
sehingga dia lebih berharga dibandingkan penghuni eksistensi kehidupan
lainnya.
Jadi, pendidikan adalah pen-DIDI(k)-an. Bagi manusia, pendidikan berfungsi untuk membuat
Didi menjadi manusia yang seutuhnya, bukan manusia-manusiaan.
*Penulis Adalah Mahasiswa Filsafat
Universitas Indonesia Angkatan 2007

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan tinggalkan pesan dan sertakan nama diri, link balik
-Humas Media KOMAFIL FIB UI-