Home

Sabtu, 04 September 2010

Industrialisasi Pendidikan


Industrialisasi Pendidikan
(M. Dian Hikmawan)*

           
Kata “pendidikan” telah demikian jauh dari makna awalnya untuk mencerdaskan kehidupan manusia atau proses memanusiakan manusia yang diselenggarakan melalui proses pendidikan. Pergeseran makna yang terjadi pada kata “pendidikan” ini melampaui bentuknya yang verbal dengan pelbagai cara dan di dalamnya tercakup hal-hal lain dalam dunia lisan bukan bahasa dan ini bisa menjadi semainon[1]. Hal ini tak lain disebabkan oleh adanya faktor-faktor yang terjadi dalam perkembangan pendidikan itu sendiri sehingga dapat merubah makna pendidikan. Pendidikan yang terjadi sekarang tak lebih dari pemenuhan atas produk-produk kaum kapitalis dimana seseorang dipersiapkan demi memenuhi kepentingan mereka para kaum kapitalis. Salah satu dari perubahan makna tersebut terjadi dengan adanya komersialisasi pendidikan, pendidikan yang seharusnya menjadi cara atau proses mencerdaskan atau memanusiakan manusia berubah menjadi pemenuhan kebutuhan industrialisasi-industrialisasi yang tak lain produk dari para kaum kapitalis.
            Komersialisasi dan industrialisasi pendidikan membuat manusia tak berfikir jauh lagi mengenai apa makna yang sebenarnya dari pendidikan dan hanya membuat pergesaran makna dari kata pendidikan. Saat ini orang-orang lebih berfikir bagaimana caranya mengenyam pendidikan dengan memilih apa yang sedang dibutuhkan dalam dunia industri sekarang. Contohnya saja realitas ini terdapat pada banyak calon mahasiswa  yang ingin melanjutkan pendidikannya ke Universitas. Mereka berbondong-bondong akan memilih jurusan-jurusan tertentu yang sedang dibutuhkan oleh dunia industrialisasi saat ini tanpa berfikir apa sebenarnya yang ingin mereka pelajari dan dapatkan dari pendidikan tersebut. Ketergantungan-ketergantungan pada situasi (depend on condition) ini membuat seseorang semakin jauh dari apa yang mereka ingin dapatkan dan harapkan terhadap pendidikan itu sendiri. Ketergantungan ini membuat mereka yang memiliki kemampuan lebih dalam di bidang akademik mau tak mau berubah menjadi budak-budak dari kaum kapitalis demi memenuhi kebutuhan industialisasi yang ada, dan hal ini semakin menguatkan bahwa pendidikan sekarang tak lebih dari budak kapitalisme (education is slave of capitalism).
            Realitas seperti inilah yang terjadi sekarang di bangsa ini, pendidikan budak dari kapitalisme (education is slave of capitalism) menjadikan hasil yang didapatkan dari proses pendidikan pun tak lebih dari mereka-mereka yang memiliki moral budak (slave morality) seperti apa yang sering di dengung-dengungkan oleh Nietzsche. 

www.matanews.com


[1] Bahasa yang mengartikulasikan dirinya sendiri dalam suatu tata cara yang tidak verbal

                       

                       


*Penulis adalah mahasiswa Filsafat Universitas Indonesia Angkatan 2009





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan pesan dan sertakan nama diri, link balik

-Humas Media KOMAFIL FIB UI-