Kamu... adalah
satu-satunya alasan kenapa saya
tidak bisa mencintai yang lain
tidak bisa mencintai yang lain
![]() |
Pinta yang merajut kepingan kasih dalam kisaran hati terhentikan asa
Menatap raga yang mendekat dalam tuai tabir pemakna rasa
Terhabiskan masa...
Terhentikan ucap nadir menutup terpa rasa yang terberikan
Bungkam mata sadarkan rasa dalam bersit pilu terdahulu
Teringat kata yang terpatahkan janji melingkar dalam sukma terdalam jiwa
Mengalun tenang dalam symfoni alam raya mahadewa
Tebar rasa terjalin hasrat
Menuang percik kasih yang terhantarkan.
Angkasa menghentak...
Dawai langkah menghadang denyut terhimpit kelam peristiwa
Kamu... adalah satu-satunya alasan kenapa saya tidak bisa mencintai yang lain.
Tidak lagi mampu menyulam kasih dalam makna menggurat kisah
Bersimpuh dalam raga terpatrikan penyesalan yang mendera rentan sinar memadu.
Saya menatap kamu yang terhantarkan kasih lain menepi,,,
Menghilang dalam riak pergolakkan asa yang menjadikannya lelaki berkasih
... saya, melebur dalam jantung terjal pijak bumi memadai
... saya, terhempaskan nyata dalam sukma lirih terpilukan isak hampaan batin.
... saya, tidak terisikan dalam kosong yang memudar milik alunan sang penjaga hati.
... saya, ingin tetap menyimpan kamu dalam sudut kecil teristimewakan kisah miliknya,,,
Tinta yang tergoreskan itu enggan terisikan
Habis dalam jelaga penantian yang tidak terhantarkan
Saya mencintai kamu dalam rasa yang tidak terkatakan...
Teriring ragu yang mendera asa, melemahkan kata yang enggan teralirkan.
Menguap tabir penelaah sendu milik langit senja yang menepi.
Ketika hanya kosong yang menyulam hari, menjalin pelan dalam pandang tidak tertuju.
Ketika itu pula hembusan terbisik hantar aliran angin malam mendewasakan...
Tapi saya masih ingin menatapnya dalam jelaga tidak terisikan...
Meski kosong menjelma dalam separuh bentuk keping terhasrati penyesalan.
Tika Sylvia Utami (Filsafat 07)
www.tikasylviautami.blogspot.com


