Bukankah
kita sama-sama telah terbiasa.
Lelah atas
jawaban yang menyapa kita kala masih ada waktu sedikit saja untuk
menghabiskan sarapan di meja.
Tiap hari
kita dipaksa melihat penuh abu-abu tua benar dan salah yang bergelayut dikepala
hingga ke otak.
Banyak hidup
dan mati yang teronggok di belakang lemari pakaian kita karena lupa mencucinya
ketika hendak terbang ke bawah.
Ah, sudah.
saya hanya ingin tidur saat ini. Menghilangkan dunia sejenak untuk
berpikir resah.
Bukankah
kita sama-sama telah terbiasa.
Hery Dwi Prasetyo –Filsafat 07-
Aku hanya seorang pandir yang mati
setengah*
Aku hanya seorang pandir yang mati setengah....
Aku terdampar di satu galeri. Hanya ada satu lukisan
di depan muka, - jarak yang terlalu dekat - , berjudul "WAJAH".
Ada-ada saja kupikir, dari sedekat ini yang kulihat hanya torehan cat aneka
warna, analogus yang terlalu berantakan, terlalu banyak garis, terlampau sesak
bentuk. Terlalu rancu untuk diberi judul "WAJAH", biarlah, itupun
hanya 'penamaan' saja. Mungkin pelukisnya seorang surealis.Sudahlah.
Galeri ini menjemukan sekali. Tapi di luar hujan bagai jeruji, menjebak. Aku lari saja..... Sekelilingku berubah, tanah yang ku injak menjadi lintasan. Namun, hanya aku yang berlari.
Berlari.....
Lintasan tiba-tiba penuh alat kelamin dan kepala-kepala yang tergeletak tak bertubuh. Belum sempat terperangah, kabut menyamarkan semua. Beribu kepala itu tersenyum, mata mereka bolong; aneka kelamin berdiri, membentuk pasukan dengan para kepala buntung. Mengejarku!
Aku terus berlari. Hujan menjarum, menusuk mata, menembus dada. Kurasakan aspal berubah jadi lautan pasir, kakiku basah. Berlari memecah pantai. Mata dan dada ini berdarah. Kurasakan air memenuhi tubuh sampai ubun-ubun.
Aku tenggelam,
belum mati.
Dari jauh aku melihat sebuah benda persegi di ujung sana. Warna air dan merah pekat mengaburkan pandangan. Samar kulihat lukisan "WAJAH" sesaat lalu. Baru kusadari itu memang "WAJAH", dari jarak sejauh ini, di dalam ketenggelaman.....
*Aprilia Ramadhina –Filsafat 07-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan tinggalkan pesan dan sertakan nama diri, link balik
-Humas Media KOMAFIL FIB UI-